Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak Gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa. (sumber: Wikipedia)
Desa Wisata Gubugklakah atau yang sekarang biasa disingkat DWG, berlokasi di bagian timur Kecamatan Poncokusumo, sekitar 23 kilometer dari Kota Malang. Letaknya berada di kaki Gunung Bromo, Desa Wisata Gubugklakah menyajikan panorama indah dan kesejukan khas pegunungan. Suasana Desa Wisata Gubugklakah saat ini bisa dikatakan cukup ramai, setidaknya untuk ukuran desa kecil di Kabupaten Malang. Penyebutan nama Gubugklakah mengandung makna tersendiri. Gubug adalah tempat tinggal yang sangat sederhana dan klakah berarti bambu yang dibelah dua. Jadi, Gubugklakah adalah tempat tinggal yang terbuat dari bambu yang dibelah, sebagai simbol kemiskinan yang membelit penduduknya pada jaman dulu. Saat melalui gapura pintu masuk Desa Wisata Gubugklakah, pengunjung bisa merasakan geliat desa wisata ini. Itu bisa dilihat dari bertebarnya homestay (rumah singgah) di kanan-kiri jalan hingga toko yang menjual suvenir khas Desa Wisata Gubugklakah. Sebagai desa wisata,Desa Wisata Gubugklakah memiliki beberapa destinasi yang lokasinya berada di Gubugklakah. Di antaranya yaitu Wisata Agro Apel, Coban Pancut, dan Coban Gereja. Sayangnya, untuk dua coban tersebut masih terkendala akses yang hanya berupa jalan setapak. Namun dalam paket wisata yang ditawarkan, Desa Wisata Gubugklalah juga memasukkan tujuan wisata seperti Gunung Bromo, arung jeram Sungai Amprong, dan Coban Pelangi yang lokasinya di Desa Ngadas. (Sumber: http://ngalam.web.id/)
Coban Pelangi atau air terjun Pelangi, adalah salah satu wilayah konservasi alam di bawah perlindungan perum perhutani berjarak 10 Km dari kecamatan Tumpang dan 32 Km dari kota Malang. Air terjun di Coban Pelangi mengalir dari sebuah tebing dengan ketinggian 30 M. Bila beruntung, para pengunjung juga bisa menyaksikan pelangi yang terbias dari pucuk-pucuk tebing, dimana menjadi asal mula penamaan coban ini. (Sumber: http://www.eastjava.com/))
Jika berada di lereng Gunung Semeru, tak salahnya mencoba Tubing atau bodi rafting. Olahraga semi ekstrem ini jadi destinasi paling baru dan wajib di coba di Malang. Lereng Gunung Semeru berada di Dusun Besuki, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kawasan ini menawarkan sensasi liburan yang baru yakni tubing atau body raftng dengan memanfaatkan aliran Sungai Amprong. Di hulu sungai, juga terdapat Coban Pelangi yang mengalir dari lereng Gunung Semeru. Karena dinamakan tubing, traveler hanya menggunakan tub (ban) untuk menaklukkan derasnya air sungai berbatu. Lokasi tubing, hanya berjarak 7 kilometer dari pusat Kota Kecamatan Poncokusumo. Atau, sekitar 3 kilo dari rest area Gubuk Klakah, tempat para pelancong menuju Gunung Bromo. (Sumber: http://travel.detik.com/)
Candi Jago berasal dari kata "Jajaghu", didirikan pada masa Kerajaan Singhasari pada abad ke-13. Berlokasi di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, atau sekitar 22 km dari Kota Malang. Candi ini cukup unik, karena bagian atasnya hanya tersisa sebagian dan menurut cerita setempat karena tersambar petir. Relief-relief Kunjarakarna dan Pancatantra dapat ditemui di candi ini. Sengan keseluruhan bangunan candi ini tersusun atas bahan batu andesit. Pada candi inilah Adityawarman kemudian menempatkan Arca Manjusri seperti yang disebut pada Prasasti Manjusri. Sekarang Arca ini tersimpan di Museum Nasional. (Sumber: wikipedia)
Alun-Alun Bundar adalah alun-alun atau tanah lapang yang terletak di Kota Malang, Jawa Timur. Di bagian tengah alun-alun ini terdapat sebuah tugu yang dikelilingi oleh kolam teratai. Alun-Alun Bundar terletak di depan Balai Kota Malang. Pondasi tugu yang berada di bagian tengah alun-alun ini dibangun pada tahun 1945 dan pernah dihancurkan Belanda saat menguasai Kota Malang. Pada tahun 1952, tugu ini dibangun kembali yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953. Alun-Alun Bundar merupakan markah tanah Kota Malang selain Adimarga Ijen. (Sumber: Wikipedia)
Kota Batu adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak 15 km sebelah barat Kota Malang, berada di jalur Malang-Kediri dan Malang-Jombang. Kota Batu berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan di sebelah utara serta dengan Kabupaten Malang di sebelah timur, selatan, dan barat. Wilayah kota ini berada di ketinggian 680-1.200 meter dari permukaan laut dengan suhu udara rata-rata 15-19 derajat Celsius. Alun-alun ini didesain sedemikian rupa sebagai sarana rekreasi, edukasi dan olahraga. Pengunjung tak perlu membuka dompet. Masuknya, gratis. Alun-alun memang tempat wisata untuk semua kalangan. Kecuali jika ingin menikmati wahana bianglala. Wahana ini satu-satunya yang dikomersialkan. Itu pun tidak mahal. Tarifnya sama. Untuk anak-anak atau dewasa. (Sumber: dari berbagai sumber)
Jatim Park adalah sebuah tempat rekreasi dan taman belajar yang terdapat di Kota Batu, Jawa Timur. Obyek wisata ini berada sekitar 20 km barat Kota Malang, dan kini menjadi salah satu icon wisata Jawa Timur. Obyek wisata ini memiliki 36 wahana, diantaranya kolam renang raksasa (dengan latar belakang patung Ken Dedes, Ken Arok, dan Mpu Gandring), spinning coaster, dan drop zone. Wahana pendidikan yang menjadi pusat perhatian diantaranya adalah Volcano dan Galeri Nusantara yang juga terdapat tanaman agro, diorama binatang langka, dan miniatur candi-candi. Jatim Park 1 dinobatkan sebagai juara 1 katerogi wisata buatan berskala besar tingkat nasional yang dianugerahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, Sedikit berbeda dengan Jatim park 1 yang lebih ditujukan sebagai taman bermain dan hiburan, Jatim park 2 lebih menunjukan tempat belajar selain tempat bermain. Jatim park 2 mengusung konsep belajar ilmu alam, biologi dan pembelajaran satwa yang disajikan dengan latar belakang sesuai habitatnya. Jawa Timur Park 2 dibangun di wilayah malang Jatim park 2 terdiri dari Museum Satwa, Batu Secret Zoo dan Pohon Inn Hotel. (Sumber: Wikipedia)
Jawa Timur Park Group menjelma sebagai salah satu penyumbang pengetahuan perkembangan alat angkut terlengkap dan terbesar di Asia dengan mendirikan Museum Angkut+ Movie Star Studio. Museum Angkut+ Movie Star Studio didiirikan pada tanggal 9 Maret 2014 dengan luas area sekitar 3,8 hektar yang berisi perkembangan berbagai macam alat angkut dari seluruh penjuru dunia mulai dari yang tradisional hingga modern, yang tidak bermesin hingga yang bermesin. Terkemas menarik dengan paduan koleksi luar biasa dan latar belakang kota-kota asal alat angkut sehingga melahirkan sebuah mahakarya Museum yang menjadi kebanggaan Indonesia dikancah mancanegara. (Sumber: museumangkut.com)
Kembali ke menu "Kilasan Tempat Wisata"